Cerita Seleksi Wawancara

Selamat buat teman-teman yang sudah lulus SBK dan berhak mengikuti seleksi terakhir, yaitu seleksi susbstansi atau wawancara. Setelah lulus SBK, teman-teman sudah diakui layak secara intelektual untuk memperoleh beasiswa LPDP. Namun syarat lulus beasiswa LPDP ternyata tidak hanya dilihat dari kemampuan intelektual, ada banyak indikator lainnya yang harus teman-teman penuhi untuk bisa mendapatkan beasiswa ini. Ingat, yang mendaftar beasiwa LPDP berasal dari berbagai wilayah di Indonesia dengan peminat sampai puluhan ribu orang per tahun. Namun yang diambil hanya 6.000 orang per tahunnya. Oleh karena itu, seleksi  wawancara bertujuan untuk mencari tahu secara keseluruhan apakah teman-teman benar-benar layak untuk mendapatkan beasiswa ini.

Seleksi wawancara lokasinya berada di kota yang sama dengan seleksi  SBK, hanya saja di gedung yang berbeda. Saya sendiri mendapat lokasi wawancara di Gedung Keuangan Negara (GKN) Denpasar. Seleksi wawancara terdiri dari 3 tahapan, yaitu Verifikasi dokumen (verdok), Wawancara 1 (W1) dan Wawancara 2 (W2).

Ketiga tahapan seleksi ini berada di 3 ruangan yang berbeda. Verdok akan dilaksanakan di ruang tunggu dengan menunggu antrian panggilan ke meja verdok oleh petugas LPDP. Pada saat verdok, teman-teman akan diminta menunjukkan semua dokumen asli yang diupload saat seleksi administrasi.

Sementara W1 dan W2 juga akan dilaksanakan di ruangan yang berbeda dengan menunggu antrian panggilan. W1 akan dilaksanakan di sebuah ruangan dimana ada 3 orang pewawancara duduk di meja yang sama dan kita akan duduk berhadapan dengan mereka di meja yang sama pula. Sedangkan W2 akan dilaksanakan di sebuah ruangan dimana pewawancaranya hanya 1 orang dan kita juga duduk berhadapan di meja yang sama.

Pada tulisan kali ini, saya hanya akan membahas pengalaman saya mengikuti W1, karena untuk w2, saya sudah janji dengan pewawancara untuk tidak membocorkan daftar pertanyaannya. Namun intinya w2 pertanyaannya seputar wawasan kebangsaan yaa. Baiklah berikut pengalaman saya mengikuti w1.

Sesuai jadwal, saya dipanggil memasuki ruang w1 sekitar pukul 10.00. di dalam ruangan tersebut ada beberapa meja dan diberi nomor sesuai nomor kelompok kita. Kelompok ditentukan berdasarkan rumpun jurusan yang kita ambil. Meja terdekat dari pintu masuk adalah meja panitia. Sebelum ke meja pewawancara kita harus menyerahkan dulu bukti verdok yang telah distempel dan ditandatangani petugas verdok kepada panitia. Setelah itu, teman-teman bisa langsung menuju meja pewawancara. Di dalam ruangan tersebut bukan hanya kita yang diwawancarai, namun juga ada beberapa orang di meja yang berbeda dengan nomor kelompok yang berbeda. Saya sendiri wawancara di meja 2 karena mengambil rumpun education.

Setiba di meja pewawancara, saya dipersilahkan duduk oleh pewawancara dan meletakkan tas ransel saya di lantai di dekat tempat duduk. Pewawancaranya terdiri dari 2 perempuan dan 1 laki-laki dan masing-masing memegang laptop yang berisikan data peserta seleksi secara keseluruhan. Dilihat dari penampilan mereka, sepertinya mereka berusia sekitar di atas 45 tahun. Mereka memperkenalkan diri masing-masing namun saya lupa nama-nama mereka bahkan sebelum keluar dari pintu ruangan w1, hehe.

Salah seorang pewawancara mulai memberikan saya pertanyaan pertama.

Could you tell us about yourself and your background?

Well, my name is Siti Syariah. Related to my undergraduate background, now I am an English teacher at one of Senior High School in North Lombok. Actually, North Lombok is one of underdeveloped region in West Nusa Tenggara and based on Human Development Index, North Lombok is on the last rank between 10 regencies in West Nusa Tenggara.

You will continue your study at The University of Queensland, right? Why do you choose that university?

I am planning to take my master program at UQ due to 2 reasons. The first one is because the courses which are provided in major Master of Applied Linguistics in that University is almost similar to the courses that I have studied in my undergraduate program. So, it is like I am going to continue to study what I have studied in my undergraduate program deeply through this master program. And the second reason is because I am planning to bring my family, my husband and my children, so, my first consideration is the weather. The weather in Brisbane, the city where UQ is located is almost similar to the weather in Indonesia. So, I hope all my family will be comfortable during my study without experiencing an extreme weather.

Do you want to bring your family? No, you can not bring your family, because there is no family allowance for master program from LPDP.

As long as I know that we are allowed to bring the family and my husband will work there to support our family. So, it will be fine without family allowance.

Okee. Now please tell us about Master of Applied Linguistics?

Master of applied linguistics is about language and communication and being able to communicate in all contexts. It specifically studies about cross culture communication, language teaching and learning, the relation between language, culture and society, and also language and technology. So, after complete this major I hope that I can improve my English and my teaching skill so that I can help my students to improve their learning achievement as well.

And how about the curriculum? What will you study at year 1 and year 2?

Actually, the curriculum is not divided based on year 1 and year 2. But it is divided based on Part A, Part B and Part C.

What will you study at part A, B and C?

Part A I will study Introduction to Second Language Acquisition, Structure of Language and Academic Writing for International Students.

Part B I will study Teaching Language in Global Context, Classroom Second Language Acquisition, and language testing and assessment. (Sebenarnya mata kuliah Part B ini banyak banget, tapi saya cuma inget 3 aja wkwkwkwk)

Part C is dissertation.

And what about your dissertation? What will you write in your dissertation?

I am planning to conduct a research relate to the curriculum. Because based on my teaching experience in 6 years, I’ve found difficulties in teaching English, especially for students in underdeveloped region where they come from poorer family with not well-educated parents as well as they have limited source of learning. So, based on my experience, I’ve found that the current curriculum is too high for the students’ level. So, that is why I am going conduct a research to find out whether the current curriculum is effective or not to be applied in underdeveloped region.

Have you attended seminar/workshop in English?

Actually never, because I have limited time between my work and family. I have to work start from 7 am in the morning to 2 pm in the afternoon. And in the afternoon, as coach of English club, I have to give more courses to the students. Beside It is too far from my home town to the city where the seminars/workshops held, and then with bad public transportation. So, I don’t have many opportunities to attend seminar/workshop in English.

Have you read any paper in English?

Actually, I don’t read many papers in English. But I read many sources of learning in Internet to find the best teaching materials for my students.

Have you write any paper in English?

No, beside my undergraduate thesis, but, I wrote a feature entitled “Jiwa Sekokoh Rinjani” and become one the 20 best features in West Nusa Tenggara and it was made into a book with those 20 best features entitled “Walau Digetar Sampai Terkapar, Takkan Hilang Jiwa-Jiwa Pembelajar”

(Selanjutnya masuk ke pewawancara kedua yang seorang bapak-bapak dari sini wawacaranya mulai pakai Bahasa Indonesia. Jadi, ngga terlalu tegang, hehe)

Oke. Ini nama panggilannya, Siti atau Syariah?

Syariah, Pak.

Syariah, tadi kamu mengatakan kamu memiliki kesulitan dalam mengajar Bahasa Inggris di underdeveloped region. Kira-kira apa solusi yang kamu lakukan untuk mengatasi kesulitan kamu itu?

Solusi yang telah saya lakukan selama ini adalah saya berusaha mengajar bahasa Inggris kepada siswa sesuai dengan level mereka. Saya tidak bisa lagi menggunakan kurikulum yang ada, karena terlalu tinggi untuk level siswa saya. Saya telah close the books. Saya tidak lagi mengajar menggunakan buku yang ada. Saya mencari sendiri bahan ajar yang relevan dengan level siswa saya di internet. Saya banyak mengaplikasikan game-game dan media audio-visual di kelas dan ini berhasil membuat kelas lebih hidup dan anak-anak lebih tertarik belajar Bahasa Inggris.

Emang selama ini ngga ada guru yang pernah melakukan yang kamu lakukan? Sepertinya banyak guru yang mengajar seperti itu? Terus apa hal spesial yang kamu lakukan?

Yang saya lakukan memang bukan hal baru. Namun setiap guru mengalami kendala yang berbeda-beda di dalam kelas, dan tidak semua metode mengajar cocok diterapkan di dalam kelas. Namun di kelas saya, menggunakan metode permainan sangat efektif. Anak-anak sangat antusias sekali.

Pernah ngga kamu sharing metode mengajar kamu kepada rekan-rekan mengajar kamu yang lain?

Kami sering melakukan diskusi secara informal terkait proses belajar mengajar di kelas dan saya pun menyampaikan apa yang saya lakukan di dalam kelas, namun setiap guru memilki metode tersendiri dalam mengajar dan memecahkan masalah mereka di kelas masing-masing.

Dengan metode mengajar yang kamu terapkan sekarang, ada ngga prestasi yang pernah didapatkan?

Jadi, meski lokasi sekolah kami berada di paling ujung utara Pulau Lombok, dengan jarak kurang lebih 80 km ke pusat Kota Mataram, kami sangat aktif mengikuti kompetisi-kompetisi seperti Debate Competition dan English Speech Contest yang diselenggarakan di Kota Mataram. Saya membawa anak-anak ke kompetisi untuk mengukur kualitas pendidikan bahasa inggris yang selama ini saya berikan kepada mereka, apakah mampu bersaing dengan sekolah-sekolah yang lain atau tidak.

Alhamdulillah, siswa kami pernah meraih juara 1 dalam Lomba English Speech Contest di  tingkat Provinsi yang diadakan oleh IKIP Mataram dan pernah juga lolos mengikuti lomba English Speech Contest tingkat Nasional di Bali bulan November kemarin. Namun siswa kami tidak mendapat juara. Di situ saya melihat wajah-wajah siswa saya yang kecewa Karena kekalahan walau sebenarnya saya lah yang paling kecewa dan saat itu saya berfikir, seandainya saya bisa menjadi guru yang lebih baik untuk mereka, mungkin mereka akan menang. Oleh sebab itu saya membutuhkan sekali peluang untuk melanjutkan pendidikan melalui program beasiswa ini untuk meningkatkan kemampuan saya sehingga saya bisa membantu siswa saya untuk lebih berprestasi lagi. Karena saya percaya, great teacher gives bigger impact to the students.

Apa cita-cita kamu setelah lulus S2 nanti?

Karena status saya saat ini adalah guru honorer, kemungkinan saya tidak akan mendapat peluang untuk kembali mengajar ke inststitusi dimana saya mengajar saat ini setelah study. Namun saya telah memikirkannya dan membuat pilihan ini. Karena jika saya tidak melanjutkan kuliah maka saya tidak akan memiliki kesempatan untuk belajar lebih banyak lagi. Jadi saya telah mengambil resiko untuk meninggalkan pekerjaan, meski sebenarnya saya sangat mencintai pekerjaan saya sekarang.

Namun setelah S2 nanti, saya punya  sebuah mimpi. Kebetulan daerah kami di Lombok Utara memiliki potensi pariwisata. Kami memiliki Gunung Rinjani yang ramai dikunjungi wisatawan domestik maupun internasional. Dan saat ini saya tinggal sangat dekat dengan Gunung Rinjani. Saya banyak berinteraksi dengan para pelaku wisata di daerah tersebut dan dari interaksi tersebut saya mengetahui bahwasanya mereka rata-rata memiliki kesulitan dalam Bahasa Inggris, terutama writing. Speaking mereka sangat pandai. Namun dalam writing mereka butuh belajar lagi. Writing ini penting bagi mereka untuk mempromosikan objek wisata Gunung Rinjani, baik melalui website maupun media sosial. Oleh sebab itu saya berharap, saya bisa membangun sebuah lembaga belajar bahasa Inggris khusus untuk meningkatkan kemampuan berbahasa secara keseluruhan bagi para pelaku wisata yang membutuhkan untuk meningkatkan hospitality dalam tourism.

Apa usaha kamu selama ini untuk mewujudan cita-cita kamu itu?

Saya pernah membuka kursus bahasa inggris gratis di rumah saat saya sedang tidak mengajar di instansi manapun. Dan saat itu saya berfikir, akan lebih bagus sekali jika saya membuat sebuah lembaga belajar.

Selanjutnya pertanyaan dari pewawancara ketiga. Dari pertanyaan-pertanyaan beliau saya bisa menebak ternyata beliau adalah seorang psikolog.

Tadi saya denger kamu ngajarnya close the book. Emang kamu ngga takut, nanti ditegur pengawas? Kan mengajar harus sesuai buku?

Kebetulan tipe pengawas di tempat kami tidak sampai sedetil itu memeriksa metode mengajar kami, jadi selama ini tidak masalah.

Dengan metode mengajar yang kamu gunakan sekarang, apakah kamu memaksakan kepada rekan-rekan sesama guru untuk menggunakan metode mengajar seperti yang kamu lakukan?

Saya bukan tipe yang suka dengan konflik. Jadi saya tidak pernah memaksakan kehendak kepada teman-teman kerja. Namun ketika mereka meminta saran, saya sangat aktif memberi mereka saran dan bantuan semampu saya.

Tadi katanya mau bawa keluarga selama study, berarti suami mendukung ya?

Ya. Kami sangat saling mendukung satu sama lain.

Suami kerjanya apa?

Saat ini beliau freelancer. Sebelumnya beliau pernah bekerja di instansi sebagai operator sekolah. Namun karena berbagai pertimbangan, beliau memilih berhenti.

Kenapa berhenti?

Karena sebenarnya penghasilan beliau di instansi hanya cukup untuk membeli bensin bolak-balik ketempat kerja, jadi sebagai kepala keluarga, beliau berfikir untuk menekuni pekerjaan lain yang bisa memenuhi kebutuhan keluarga. Kebetulan kami juga memiliki anak-anak yang masih kecil dan kami tidak memiliki baby sitter atau orang yang membantu kami menjaga anak-anak. Jadi, beliau memutuskan memindahkan pekerjaan ke rumah sambil menjaga anak-anak saat saya bekerja di sekolah.

Apa pekerjaan suami di rumah?

Beliau memiliki beberapa keahlian seperti bisa service printer dan laptop. Kemudian beliau juga membantu beberapa sekolah untuk mengerjakan laporan-laporan yang sekolah tersebut meminta jasa beliau.

Oh jadi, suami banyak membantu sekolah-sekolah dari rumah yaa?

Yaa betul. Kemudian karena suami juga adalah seorang lulusan STM Gambar Bangunan, beliau juga terkadang diminta untuk membuat design gambar bangunan, dan saat ini beliau juga bekerja membangun rumah.

Terus nanti suami dan anak-anak ikut ke negera tujuan ya? Anak-anak usia berapa tahun?

Yang pertama usia 6 tahun, yang kedua usia 4 tahun. Betul. Bagi saya pendidikan anak-anak saya nomor satu, jadi mereka harus tetap bersama saya selama study.

Kalau seandainya tahun ini LPDP tidak mengizinkan membawa keluarga, pilih mana? Keluarga atau LPDP?

Saya tidak bisa memilih. Karena kedua-duanya penting buat saya.

(jujur saya sedih harus disuruh memiilih. Karena kedua-duanya sangat penting buat saya. Namun saya biarkan hati nurani saya memilih).

Ini kan kalau misalnya, kira-kira pilih yang mana?

Saya pilih keluarga, karena main role saya di keluarga.

Baiklah. Sekian dari kami. Semoga lulus yaa, karena sebenarnya penentu kelulusan bukan hanya dari kami.

Akhirnya saya pun keluar ruangan setelah menjabat tangan pewawancara satu-persatu. Saya melihat jam di HP menunjukkan hampir jam 11. Itu artinya, tak sampai 1 jam lamanya saya berada di ruang w1.

Rasanya lega sekali menyelesaikan seluruh rangkaian seleksi beasiswa LPDP setelah 6 bulan lamanya berjuang. Setelah keluar dari ruangan, tak ada satu pun yang saya sesali dan khawatirkan. Allah yang menentukan pertanyaan apa yang diajukan para pewawancara dan Allah pulalah yang telah menentukan jawaban apa yang keluar dari lisan saya. Saya tak berhenti berdoa dalam hati agar Allah memberikan hasil yang terbaik. Jika beasiswa ini yang terbaik buat saya, semoga Allah memudahkan jalan bagi saya untuk mendapatkannya, namun jika bukan yang terbaik, semoga Allah tidak membuat hati saya condong kepadanya.

Tips untuk teman-teman saat menghadapi wawancara, mulailah menggali visi-misi LPDP dan mulai memantaskan diri. Jika teman-teman sudah memantaskan diri sebaik mungkin, insya Allah tak ada alasan bagi LPDP untuk menolak teman-teman. Selamat berjuang.

Oh ya, tanggal 20 Desember 2019 adalah tanggal pengumuman kelulusan seleksi wawancara. Hari itu saya ingat sedang berada di sekolah sampai sore untuk menyiapkan raport yang akan dibagikan kepada siswa besok pagi. Saya hampir tak berani membuka akun untuk melihat hasil pengumuman. Namun akhirnya suami membukan akun untuk saya saat beliau menjemput saya  ke sekolah. Dan beliau membaca tulisan di dalamnya dengan lirih, SELAMAT ANDA LULUS SELEKSI SUBSTANSI!

Tinggalkan komentar