Setelah dinyatakan lulus administrasi yang diumumkan melalui akun masing-masing, teman-teman berhak mengikuti Seleksi Berbasis Komputer (SBK). SBK dilaksanakan di lokasi seleksi yang teman-teman pilih saat mendaftar. Lokasi seleksi tersebar di beberapa kota di Indonesia. Saya sendiri mengambil di kota terdekat dari Lombok, yaitu Denpasar. karena Kota Mataram tidak dijadwalkan sebagai salah satu lokasi seleksi SBK. Jadi, yang perlu disiapkan adalah biaya tranportasi dan akomodasi selama seleksi. Ada baiknya teman-teman sharing kamar hotel dengan sesama peserta seleksi yang lain, agar lebih hemat dan ada temen diskusi sebelum seleksi dimulai.
Selanjutnya teman-teman akan mendapat email lanjutan mengenai lokasi, waktu dan sesi tes beserta tata tertib selama mengikuti tes. Berdasarkan email yang saya terima, SBK berlokasi di Kantor Badan Kepegawaian Negara (BKN) Denpasar dan saya sendiri mendapatkan sesi kedua.
SBK terdiri dari 3 tahapan tes, yaitu:
- Tes Potensi Akademik (TPA)
TPA terdiri dari 60 soal yang memuat tes verbal, numerik, dan penalaran. Waktu yang diberikan sekitar 90 menit. Jadi cukuplah untuk menjawab soal yang ada. Teman-teman harus benar-benar maksimal dalam mengerjakan soal-soal TPA, karena skornya menjadi penentu kelulusan untuk sampai ke tahap berikutnya, yaitu seleksi wawancara.
Tips menyiapkan diri menghadapi tes TPA sendiri tak lain dan tak bukan adalah belajar dan belajar hehe. Karena saya tidak pernah tahu ada cara lain untuk lulus ujian selain belajar. Teman-teman mempelajari soal-soal verbal, numerik dan penalaran dengan rincian materi sebagai berikut:
- Verbal
- Sinonim
- Antonim
- Analogi/logika
- Pemahaman wacana
- Numerik
- Baris dan Deret
- Jarak, Waktu dan Kecepatan
- Peluang
- Perbandingan
- Suku ke N
- X dan Y
- Persamaan Linear dua-empat variable
- Persamaan kuadrat
- Persamaan garis lurus
- Bangun datar dan Bangun Ruang
- Penalaran
- Logika
- Logika Analitik
- Perbandingan kuatitatif
Rincian materi di atas tidak resmi dari LPDP, namun hanya rangkuman yang dibuat oleh para senior-senior yang telah lulus SBK untuk mempermudah teman-teman yang akan menghadapi tes TPA, jadi belajarnya bisa lebih terarah. Dari ketiga jenis tes TPA di atas, yang paling menakutkan buat saya adalah tes numerik. Karena sudah hampir puluhan tahun sejak lulus SMA saya tidak pernah lagi belajar matematika. Tapi dengan waktu yang ada, saya berusaha menyiapkan diri sebaik mungkin. Beruntung saya mengajar di SMA, jadi bisa meminjam buku-buku pelajaran Matematika SMA di perpustakaan sekolah. Karena memang materi-materi numeriknya hanya materi-materi dasar SMA. Itu artinya teman-teman masih mungkin mempelajarinya sendiri di rumah.
Passing grade untuk TPA berbeda-beda sesuai jalur beasiswa. Jalur afirmasi daerah 3T sendiri memiliki passing grade terendah dibanding jalur beasiswa yang lain, yaitu 155. Bobot masing-masing soal adalah 5, jadi untuk mencapai passing grade teman-teman harus menjawab soal dengan benar sejumlah 31 soal dari 60 soal yang ada. Setelah menyelesaikan tes TPA, nilai kita akan langsung muncul di layar Komputer. Alhamdulillah, saya sendiri mendapat nilai 220 dari passing grade 155. Namun jangan puas sampai di sini dulu, karena masih ada 2 rangkaian tes lagi yang harus diselesaikan.
- Soft Competency Test
Soft Competency Test disebut juga tes kepribadian dengan jumlah soal 60 dengan waktu 30 menit. Di sini tidak ada jawaban benar atau salah. Oleh karena itu tes ini tidak dijadikan acuan kelulusan. Namun pastikan teman-teman tetap menyelesaikan tes ini hingga selesai dengan alokasi waktu yang tersedia. Karena hasil tes ini akan dijadikan pertimbangan saat seleksi wawancara.
- Essay on the Spot (EOTS)
EOTS merupakan sebuah tes dimana teman-teman diminta untuk menulis sebuah tanggapan terhadap isu yang diberikan. Sebelum menulis, pada layar monitor teman-teman akan diberikan sebuah paragraf yang berisi fakta tentang sebuah isu, seperti isu pendidikan, kesehatan, sosial maupun lingkungan. Temanya akan diberikan secara acak, tidak bergantung pada latar belakang pendidikan maupun profesi kita. Jadi, di sini teman-teman diminta untuk kritis terhadap isu yang ada. So, teman-teman harus rajin-rajin membaca atau menonton acara berita, karena akan sangat membantu untuk menyelesaikan tes ini.
Saya sendiri mendapat tema tentang village fund alias dana desa. Saya menulis 3 paragraf yang mencangkup pembukaan, isi dan penutup. Untuk yang ambil LN, essaynya ditulis dengan bahasa inggris, dan untuk DN menggunakan Bahasa Indonesia. Tidak ada batasan kata yang harus ditulis. Namun pastikan teman-teman menulis sesuai dengan kaidah bahasa yang baik dan benar.
Tes ini pun tidak dijadikan acuan kelulusan SBK, namun sekali lagi teman-teman harus maksimal mengerjakannya karena akan tetap dijadikan pertimbangan untuk sampai ke tahap berikutnya. Selamat berjuang!