Sebelum kita bahas lebih lanjut tentang persyaratan apa aja yang harus dipenuhi pada tahap administrasi, kita bahas dulu sedikit tentang beasiswa LPDP.
Beasiswa LPDP adalah beasiswa yang diberikan oleh pemerintah Indonesia dalam rangka upaya peningkatan SDM bangsa Indonesia agar mampu bersaing dengan bangsa-bangsa maju lainnya. Setiap tahunnya kuota beasiswa ini mencapai 6.000 orang dan diperuntukkan bagi siapa saja yang layak dari latar belakang apapun dan dari daerah manapun di seluruh Indonesia. Beasiswa LPDP sampai saat ini hanya terbatas untuk program Magister dan Doktoral saja, tidak untuk D3 dan S1.
Beasiswa LPDP memberikan pilihan kampus tujuan dalam maupun luar negeri dengan pilihan perguruan tinggi yang lebih banyak dibanding program beasiswa lainnya. Jadi, temen-temen bisa memilih kuliah di dalam maupun luar negeri di kampus mana aja yang teman-teman mau selama masuk dalam list perguruan tinggi yang bekerjasama dengan LPDP.
Beasiswa ini pun menyediakan beberapa pilihan jalur, seperti jalur umum, afirmasi dan targeted group. Selengkapnya temen-temen bisa lihat langsung di situs resmi beasiswa LPDP di sini yaa https://www.lpdp.kemenkeu.go.id/
Bagaimana menentukan jalur beasiswa yang tepat? Sebenarnya ini tergantung kondisi kita masing-masing. Saya sendiri mengambil jalur beasiswa afirmasi, spesifiknya lagi Beasiswa Afirmasi Daerah 3T, karena saya berasal dari daerah 3T di Pulau Lombok, tepatnya Lombok Utara yang merupakan pemekaran dari Kabupaten Lombok Barat. Kelebihan mengambil jalur afirmasi adalah persyaratan yang lebih ringan dibanding jalur Umum atau Targeted group. Sekarang kita bahas satu persatu yaa apa aja persyaratan untuk seleksi paling awal, yaitu seleksi administrasi. Namun persyaratan berikut khusus untuk program afirmasi daerah 3T tahun 2019.
- Ijazah
Pertama kali yang harus disiapkan adalah semua scan ijazah asli dari SD, SMP, SMA, dan Perguruan tinggi. Khusus untuk yang mengambil jalur afirmasi daerah 3T, salah satu syarat yang harus dipenuhi adalah ijazah SD/SMP/SMA nya harus di daerah 3T. Contoh saya dari Lombok Utara, maka syarat boleh mengambil jalur beasiswa afirmasi daerah 3T adalah saya harus pernah sekolah SD/SMP/SMA di Lombok Utara. Kebetulan saya memang SD dan SMP nya di Lombok Utara, jadi insya Allah aman, hehe.
- Transkrip Nilai S1
Untuk transcript dan ijazah S1 boleh lampirkan scan asli atau legalisir yaa guys.
- Surat Rekomendasi
Surat rekomendasi ini formatnya sudah disediakan di website beasiswa LPDP yaa. Jadi temen-temen hanya perlu download dan ketik ulang dan mengisi kolom-kolomnya sesuai kebutuhan. Surat ini biasanya kita minta dari atasan tempat kita bekerja, bagi yang sudah bekerja. Jika belum bekerja bisa diminta dari tokoh masyarakat atau orang berpengaruh di daerah temen-temen. Untuk fresh graduate, bisa minta dari Dosen Pembimbing Skripsi. Saya pribadi meminta surat rekomendasi dari Kepala Sekolah di tempat saya mengajar. Formatnya saya print dan saya meminta kepala sekolah untuk menulis kolom-kolom yang ada sesuai pendapat beliau.
Surat rekomendasinya bisa buat lebih dari satu dari beberapa orang tokoh. Saya sendiri membuat dua surat rekomendasi, satu dari kepala sekolah, dan satu lagi diberikan langsung oleh Kepala Daerah Lombok Utara. Alhamdulillah, Pemda kami memang sedang berupaya keras untuk mengeluarkan daerah kami dari status daerah 3T, jadi Pemda sangat mensupport kami para pejuang beasiswa LPDP. Surat rekomendasi tersebut kami dapatkan langsung dengan mendatangi Kantor Dinas Dikpora Lombok Utara.
- Surat Pernyataan
Surat pernyataan formatnya sudah disediakan di booklet beasiswa LPDP, jadi tinggal di isi sesuai data pribadi, kemudian diprint, tanda tangan di atas materai 6.000.
- Surat izin mengikuti seleksi dari pimpinan
Untuk yang sudah bekerja, bisa langsung meminta surat izin dari atasan untuk mengikuti seleksi. Formatnya pun sudah disediakan di booklet. Namun bagi yang belum bekerja, tidak perlu melampirkan surat ini.
- KTP
Pastikan temen-temen scan KTP asli, bagi yang memiliki surat keterangan pengganti KTP juga bisa melampirkannya tanpa KTP. Khusus yang mengambil jalur beasiswa afirmasi daerah 3T, KTP nya harus beralamatkan di daerah 3T dan ini syarat wajib.
- Sertifikat Bahasa Asing
Sertifikat bahasa asing seperti sudah menjadi prasyarat mendaftar beasiswa. Untuk beasiswa LPDP jalur Afirmasi daerah 3T mensyaratkan skor bahasa asing paling rendah dibanding jalur-jalur yang lain. Kita hanya cukup mencapai skor TOEFL ITP minimal 400 untuk program beasiswa dalam negeri dan minimal 450 untuk program beasiswa luar negeri. Skor TOEFL ITP menjadi penentu kita akan ambil dalam atau luar negeri, meski banyak juga teman-teman yang tetap mengambil di dalam negeri meski skor nya di atas 450 karena berbagai pertimbangan.
Biaya tes TOEFL ITP sendiri standar nasionalnya Rp 500.000/tes. Alhamdulillah, kami yang berasal dari Lombok Utara dibiayai pemda setempat untuk tes ini. Jadi sangat terbantu. Lokasi tes tidak bisa di sembarang tempat. Lokasi tes terdekat dari tempat saya adalah Pusat Bahasa UNRAM dan MALFI (Mataram Lingua Franca Institute). Saat itu, saya kebetulan tes nya di MALFI dan mendapat skor yang sangat pas-pas an, 463, hehe. Namun saya memanfaatkan peluang pas-pas an ini untuk mendaftar program luar negeri.
- Essay Rencana Study
Dari semua persyaratan administrasi, menurut saya rencana study lah yang paling ribet dan time consuming. Karena di sini kita diminta untuk menulis tentang kampus tujuan, jurusan yang akan kita ambil, kurikulum perkuliahan, bahkan harus menulis tentang rencana penelitian.
Saya sendiri seperti kebanyakan pemburu beasiswa lainnya pasti ada kebingungan saat menentukan kampus tujuan bahkan dalam menentukan jurusan apa yang akan diambil. Kebingungan akan bertambah saat diminta menulis rencana penelitian. Kuliah aja belum, sudah diminta judul penelitian hehe. But, don’t give up. Di sini lah kita membutuhkan pembimbing. Saya dan temen-temen dari Lombok Utara kebetulan mendapat bimbingan dari Straya Language Institute, salah satu lembaga konsultasi beasiswa yang sudah bekerja sama dengan pemda Lombok Utara. Alhamdulillah, di sini saya sangat terbantu sekali menentukan kampus tujuan. Karena jujur saya sangat awam tentang kampus-kampus di luar negeri. Saya awalnya memutuskan untuk mengambil kampus The University of Auckland di New Zealand. Karena NZ sendiri adalah dream country nya saya dan suami. Kami suka NZ karena amannya, alamnya, muslim-friendly nya dan sepinya. Namun setelah berkonsultasi dengan Mas Sony, salah satu konselor Straya, akhirnya saya menetapkan kampus tujuan di The University of Queensland, Australia karena berbagai pertimbangan. Selain karena kondisi sosial geografis nya yang mirip dengan NZ, Australia juga lebih dekat dengan Indonesia. Jadi, saat sekali-sekali mau pulang nengokin orang tua, ngga berat diongkos hehe.
Kenapa saya memilih UQ diantara kampus-kampus lain yang ada di Australia, karena saya mempertimbangkan kondisi cuaca di Brisbane yang hampir mirip dengan Indonesia. Saya khawatir nanti anak-anak ngga akan kuat dengan cuaca dingin yang ekstrim jika saya memilih kota yang lain.
Oh yaa, saya berencana semua keluarga akan berangkat ke negara tujuan dan itu diperbolehkan LPDP. Jadi buat temen-temen yang sudah berkeluarga, jangan khawatir berpisah dengan keluarga karena study yaa.
Mengenai kurikulum perkulihan bisa dicek langsung di website kampus tujuan masing-masing.
- Essay Proposal Study
Proposal study berisi tulisan kita tentang alasan memilih kampus tujuan dan jurusan yang akan kita ambil disertai urgensinya untuk kebutuhan institusi tempat kita bekerja khususnya, maupun pembangunan nasional umumnya. Jadi, penekanan proposal study lebih kepada menjawab pertanyaan, apa kontribusi yang akan kita berikan paska study baik kepada institusi maupun pembangunan nasioanl. Di sini kita diminta benar-benar berusaha untuk tidak lagi memikirkan diri pribadi, namun lebih kepada apa yang mampu kita berikan kepada lingkungan sekitar kita. What is your impact?
- Letter of Acceptance (LOA)
LOA adalah surat bukti diterima di kampus tujuan. Namun untuk jalur afirmasi, LOA bisa menyusul. Karena untuk mendapatkan LOA sendiri mensyaratkan skor bahasa yang lebih tinggi daripada skor bahasa yang digunakan untuk mendaftar beasiswa LPDP. Namun jangan khawatir, LPDP akan memberikan pengayaan bahasa dan digaji pula, hehe.
- Surat Keterangan Sehat, Bebas Narkoba dan TBC
Ketiga suket di atas bisa dibuat di RSUD atau klinik terdekat yaa. Khusus untuk yang pilih program luar negeri, harus buat ketiga-tiganya, untuk yang dalam negeri cukup membuat suket sehat dan bebas narkoba aja. Oh ya, pengalaman saya membuat suket ini cukup ribet. Terutama yg TBC karena harus memberikan sampel dahak untuk diperiksa di LAB dan aslinya saya ngga bisa keluarin dahak dan harus bolak-balik ke RSUD gara-gara dahak hehe. Namun akhirnya karena ngga bisa juga, dokter menyarankan untuk melakukan rontgen untuk memeriksa gejala TBC. Jadi, usahakan jangan buat suketnya terlalu mepet dengan deadline penutupan pendaftaran , karena prosesnya yang lumayan ribet.
Demikian syarat-syarat yang harus temen-temen siapkan untuk seleksi administrasi. Kalau semuanya sudah lengkap, bisa mulai mendaftar online dengan membuat akun pendaftaran terlebih dahulu di sini https://beasiswalpdp.kemenkeu.go.id/ . Selamat mencoba.